“Mangaruhi Iwak” Tradisi Menangkap Ikan Rawa

Kegiatan menangkap ikan ini merupakan bagian dari siklus kehidupan masyarakat Dayak yang menyesuaikan dengan kondisi alam. Tradisi ini adalah kegiatan musiman yang sudah terjadwal, seperti waktu untuk berladang, memantat atau menoreh getah, meruntih atau membersihkan rotan, dan berburu.


Rempa

Warga Dayak dan beberapa suku Kalimantan lainnya pada umumnya memiliki cara atau alat untuk menangkap ikan. Cara tersebut sudah diterapkan turun-temurun. Teknik menangkap ikan, yang bisa dibilang langka ini, sampai sekarang dilakukan warga Dayak Bakumpai di Desa Rimbun Tulang, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Warga Dayak yang bermukim di pinggiran Sungai Barito ini justru menangkap ikan tidak dengan mengaduk-aduk air rawa. Mereka justru melakukannya dengan teknik yang disebut rempa, sedangkan kegiatannya disebut marempa.

Meski tekniknya sama dengan mangaruhi, yakni membuat ikan sulit bernapas sehingga segera muncul ke permukaan dan akhirnya mudah ditangkap, tetapi dalam marempa sarana yang digunakan adalah jala. Di Desa Rimbun Tulang biasanya pada musim hujan sebagian daerah itu terendam banjir. Sebelum banjir datang, biasanya mereka terlebih dahulu membuat kolam-kolam ikan.

Satu kolam ikan ukurannya 4 x 12 meter. Kolam-kolam yang terendam banjir itu pada musim kemarau biasanya sudah berisi banyak ikan, seperti ikan haruan, papuyu, sepat, siam, dan biawan. Ketika sudah siap dipanen, pemilik kolam biasanya membentangkan jala untuk menutupi kolam. Jala ditenggelamkan sekitar lima sentimeter dari permukaan air. Akibatnya, ikan-ikan di kolam itu kesulitan bernapas di permukaan. Karena itu, biasanya satu jam sejak dipasangnya jala, ikan-ikan akan terlihat berlompatan dan tersangkut di jala. Dengan demikian, pengambilan ikan pun menjadi mudah.

“Untuk pemanenan seluruh ikan di satu kolam cukup marempa tiga kali. Ini memang menakjubkan karena untuk menangkap ikan saja tanpa disadari mereka sangat arif menjaga alam tanpa harus merusaknya,” kata Riki, staf Humas Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. (CAS/FUL)

Iklan