10 Orang Tertinggi Di Dunia


1.Robert Wadlow

Pasti sudah pada tahu dong dengan raksasa satu ini,kemarin disiarin di salah satu televisi swasta di indonesia,Robert Wadlow adalah manusia raksasa tertinggi dalam sejarah. Dia sering disebut sebagai Alton raksasa karena ia datang dari Alton, Illinois. Pada saat kematiannya ia ditimbang 440 pon dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti berkembang. Dia lahir tahun 1918, tertua dari lima bersaudara. Dia meninggal pada usia 22 tahun akibat infeksi yang disebabkan oleh lecet pada ankle. Peti mati-Nya ditimbang setengah ton dan 12 pallbearers diperlukan untuk melaksanakan. Dia telah dikuburkan dalam sebuah kubah solid beton, keluarganya memiliki ketakutan bilamana tubuhnya akan Diintervensi dengan rasa ingin tahu oleh para pencari berita.

2.Johan Aason

Johan dilahirkan di Amerika setelah beberapa tahun ibunya pindah dari Norwegia. Menariknya ibunya juga raksasa dengan tinggi badan 7?2 “. Menurut sertifikat kematiannya dari Mendocino Rumah Sakit, pada saat meninggal tercatat tinggi badannya 9?2 “- jika hal ini benar, maka ia adalah manusia paling tinggi didunia sepanjang sejarah. Dia dikuburkan di Montana.

Baca lebih lanjut

Iklan

“Senjata Mematikan” Kepiting

Capit Pistol

Pistol crab termasuk dalam famili alpheidae, ditandai dengan karakteristik capitnya yang unik. Alih-alih dikaruniai dengan capit untuk menjepit, pistol crab memiliki bentuk capit khas yang mampu menembakkan pusaran air berkecepatan tinggi. Tidak tanggung-tanggung, kecepatannya mampu mencapai 100 km/jam!

Sebelum penembakan, pistol crab “mengokang” capitnya terlebih dahulu dengan cara membuka capitnya selebar yang dia inginkan. Saat target sudah berada dalam area tembakan, maka dia akan menutup capitnya dengan selang waktu yang luar biasa, kurang dari 1/1000 detik! Akibatnya, di depan capitnya akan muncul cavitation bubble atau gelembung hampa yang segera kolaps dan menimbulkan gelombang kejut. Temperatur area di sekitar gelombang  kejut ini akan meningkat drastis dan bahkan mencapai angka 5000 Kelvin, itu kira-kira sekitar 4.700 derajat celcius!

Dari gelombang kejut itu juga lah akan dihasilkan tembakan air berkekuatan tinggi yang dapat merobohkan mangsanya.


Suara

Selain suhu dan kekuatan, tembakan dari pistol crab ini juga amatlah keras. Rata-rata mencapai 240 desibel. Anda pernah mendengar gemuruh suara jet pesawat? Itu baru 150 desibel, bayangkan seberapa keras 240 desibel. Didukung oleh sifat air sebagai penghantar suara yang baik, suara ledakan dari capit pistol crab ini dapat didengar hingga berkilo-kilometer jauhnya.

Regenerasi Pistol

Capit kanan sebagai pistol, capit kiri capit biasa untuk memegang. Nah, bagaimana bila ada ikan yang cukup  tangkas hingga akhirnya mampu melukai dan memutus senjata utama pistol crab ini? Dengan keajaiban hormon capit kirinya akan berubah bentuk menjadi capit pistol dan capit kanannya akan tumbuh kembali menjadi capit biasa. Hanya perlu sedikit latihan untuk bisa menembak dengan tangan kiri. Wow !!

Sumber:

http://anomalibio.blogspot.com/2011/02/awas-pistol-crab.html

Seberapa tinggi air bisa disedot seseorang dengan pipet (sedotan)

Seberapa tinggi air yang bisa tersedot dengan pipet (sedotan) ?? Wahh, aku baru terpikir tentang hal itu. Sebelumnya tidak pernah terlintas di pikiran ku untuk menghitung berapa tinggi air yang bisa tersedot.

Dengan menggunakan stok sedotan yang ada di rumah dan untung sedotannya cukup untuk eksperimen ini hehe 😀

Air yang disedot adalah air mineral. Dimulai dari 3 sedotan, 6 sedotan, 7 sedotan hingga 10 sedotan. Dari posisi duduk, naik ke atas kursi, sampai kursi ditaroh ke atas tempat duduk yang terbuat dari beton untuk mengukur seberapa kita bisa menyedot minuman dari pipet (sedotan).

Inilah para model yang mempraktekkan eksperimen ini whahahaha 😀

Terima kasih kepada Ketut yang sudah menjadi model bersama saya hahaha 😀

Setelah mencoba eksperimen tersebut, ternyata air dapat di sedot oleh seseorang setinggi 240 cm atau 2,4 meter.

Tinggi Semprotan dari Selang yang Berukuran 0,5 inci ; 0,75 inci ; 1 inci ; 2 inci ; 3 inci

Hari ini saya beserta teman-teman yang lain melakukan percobaan dengan selang. Tepat jam 11 pagi aku ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman yang lain. Selagi menunggu teman-teman yang lain datang, tidak ada salahnya aku shopping makanan dulu di kantin sekolah, ya kan hehehe. Mungkin sekitar jam setengah 12 an setelah teman yang lain sudah pada ngumpul, kami memulai percobaan tersebut.

Okay, yang pertama siapkan selang yang berukuran 0,5 inci, 0,75 inci, 1 inci, 2 inci dan 3 inci. Lalu dari masing-masing selang tersebut kita masukkan air dari keran air ke dalam selang dan di ukur pancuran nya dengan menggunakan meteran.

 

Dari foto di atas, sepertinya wajah Tami dan Intan sangat serius yaa hehehhe

 

Selang yang berukuran 0,5 inci pancurannya setinggi 150 cm. 0,75 inci pancurannya setinggi 256 cm. 1 inci tinggi pancurannya 200 cm. 2 inci pancurannya setinggi 180 cm dan 3 inci pancurannya setinggi 114 cm.

Dapat juga kita buat tabel seperti berikut:

Ukuran selang 

(inci)

Tinggi pancuran 

(cm)

0,5 150
0,75 256
1 200
2 180
3 114

Kerja tower air (menara air)

Menara air yang tinggi adalah sebuah wadah besar penyimpanan air dan sengaja ditinggikan untuk pengadaan pasokan air. Dengan ketinggian yang cukup maka berguna untuk menekan sistem distribusi air.

Pengguna pasokan air (kota, pabrik, atau bangunan) harus memiliki tekanan air untuk menjaga keamanan pasokan air. Jika suplai air tidak bertekanan cukup, maka bisa terjadi:

1. Air tidak dapat mencapai lantai atas sebuah gedung
2. Keran tidak dapat mengeluarkan air karena tidak cukup aliran
3. Mengurangi ketergantungan air tanah. Air Tanah biasanya tercemari dengan mikroorganisme , debu, pasir, pupuk , dan terkotaminasi zat beracun lainnya.

Menara air dapat memasok air bahkan ketika listrik padam, karena mereka bergantung pada tekanan yang dihasilkan oleh ketinggian air. Tapi tidak bisa dalam waktu yang  lama padamnya, karena pompa airnya juga butuh listrik buat mengaliri air ke menara.

Keterangan:

1. Pompa mengalirkan air ke menara
2. Air tersimpan di menara.
3. Tinggi menara memberikan tekanan hidrostatik untuk mengalirkan air ke pengguna

Tower air Kota Magelang

Airport Water Tower, Greenville, Mississippi

Spoiler for tower

Sumber:

http://archive.kaskus.us/thread/4585552

Jepang kena tsunami ??

Jepang adalah suatu negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang. Jepang terdiri dari 6.852 pulau yang membuatnya merupakan suatu kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia.

Pertama aku duduk di kelas 11, aku baru tau bahwa ada pelajaran bahasa Jepang. Awalnya aku gak terlalu suka karena tulisannya susah sekali. Yaa, maklum kebiasaan nulis abjad sama angka doing. Jadi ketika melihat huruf Jepang yang rata-rata rumit itu jadi terlihat aneh hehe.

Waktu demi waktu berlalu, musim demi musim pun juga berlalu (emang banyak banget apa musim nya hahaha :D). Aku jadi suka sama pelajaran bahasa Jepang, karena menarik untuk mempelajari satu demi satu tulisannya. Salah sedikit aja menarik garis huruf Jepang itu bisa salah arti ckckck. Jadi harus extra hati-hati menulisnya.

Pada siang hari, ketika aku menonton tv aku melihat ada berita bahwa Jepang terkena tsunami dengan kekuatan 8,9 SR dengan ketinggian kurang lebih 4 meter. Aku sangat kaget sekali melihatnya, ditambah lagi tsunami menyapu semua benda yang dilewatinya. Kalau tidak salah, ada pabrik minyak yang terbakar akibat tsunami. Mobil-mobil pun ikut hanyut dibawa gelombang tsunami tersebut. Rumah-rumah penduduk juga banyak yang terendam. Bangunan-bangunan bertingkat pun terguncang akibat tsunami.

Ada juga yang memprediksi bahwa tsunami akan menyebar ke wilayah Indonesia bagian timur. Semoga itu semua tidak terjadi ya aminnnnn. Kita doakan saja semoga semuanya akan baik-baik saja. Let’s pray for Indonesia and Japan!

Eksperimen Bejana Berlubang

Pada eksperimen kali ini, kita akan membahas tentang bejana berlubang. Dengan alat dan bahan seperti berikut:

Alat:

–          Botol bekas

–          Cutter / gunting

–          Penggaris

Bahan:

–          Air

Cara kerjanya sebagai berikut:

–          Pertama, belah botol bekas tersebut dengan menggunakan cutter hingga permukaan botol rata.

–          Kedua, hitung tinggi botol tersebut dari permukaan sampai bawah botol.

–          Ketiga, lubangi botol tersebut sebanyak lima buah dengan menggunakan gunting. Lalu hitung diameter masing-masing lubang tersebut. Hitung juga jarak masing-masing lubang dari permukaan botol yang akan diisi air, itu akan menjadi nilai untuk “depth” (kedalaman). Jarak dari lubang yang pertama sampai ke bawah botol juga dihitung, dan pada lubang yang lainnya. Itu akan menjadi nilai untuk “h”

–          Keempat, setelah botol sudah di lubangi. Tutup lubang-lubang tersebut dengan menggunakan lakban hitam supaya air tidak keluar saat dimasukkan.

Yang akan kita amati adalah gerak pancuran air dan berapa lama air tersebut memancur

(1)    Satu-satu

(2)    Kombinasi

Lubang ke: (1,2) ; (1,3) ; (1,4) ; (1,5) ; (2,3) ; (2,4) ; (2,5) ; (3,4) ; (3,5) ; (4,5)

(3)    2 lubang

3 lubang

4 lubang

5 lubang

>> Semakin bawah, semakin tinggi tekanannya.

Rumus-rumus yang digunakan:


Keterangan:

Depth = kedalaman (cm)

ρ = massa jenis air (gr/cm3)

V = volume (cm3)

h = ketinggian (cm)

Q = debit air (cm3/s)

t = waktu (s)

g = gravitasi (cm/s2)

A = luas penampang (cm2)

P = tekanan air

 

Diketahui:

Tinggi botol = 18 cm

Diameter botol = 8 cm

ρ air = 1 gr/cm3

g = 982 cm/s2

Diameter masing-masing lubang:

(1)    0,8 cm

(2)    1,1 cm

(3)    0,7 cm

(4)    0,7 cm

(5)    0,5 cm

Foto-foto eksperiment:

Seret “mouse” pada gambar

(1) Satu-satu





(2) Kombinasi

(3) 2 lubang, 3 lubang, 4 lubang, 5 lubang

Dengan menggunakan rumus-rumus dari gambar di atas, maka didapat hasil seperti berikut

Tabel hasil pengamatan:

Lubang

ke

Depth

(cm)

h

(cm)

A

(cm2)

V

(cm3)

T

(s)

Q

(cm3/s)

V1

(cm/s)

V2

(cm/s)

P1

P2
1 3,6 15 0,50 1,81 21 0,086 0,17 171,6 0,014 14723,28
2 7,2 11 0,95 6,84 24 0,285 0,3 146,9 0,045 10789,805
3 10,8 8,5 0,38 4,16 33,3 0,125 0,33 129,2 0,054 8346,32
4 14,4 5,5 0,38 5,54 38,4 0,144 0,38 103,9 0,072 5397,605
5 18 3,5 0,20 3,53 39 0,090 0,45 82,9 0,101 3436,205