“Senjata Mematikan” Kepiting

Capit Pistol

Pistol crab termasuk dalam famili alpheidae, ditandai dengan karakteristik capitnya yang unik. Alih-alih dikaruniai dengan capit untuk menjepit, pistol crab memiliki bentuk capit khas yang mampu menembakkan pusaran air berkecepatan tinggi. Tidak tanggung-tanggung, kecepatannya mampu mencapai 100 km/jam!

Sebelum penembakan, pistol crab “mengokang” capitnya terlebih dahulu dengan cara membuka capitnya selebar yang dia inginkan. Saat target sudah berada dalam area tembakan, maka dia akan menutup capitnya dengan selang waktu yang luar biasa, kurang dari 1/1000 detik! Akibatnya, di depan capitnya akan muncul cavitation bubble atau gelembung hampa yang segera kolaps dan menimbulkan gelombang kejut. Temperatur area di sekitar gelombang  kejut ini akan meningkat drastis dan bahkan mencapai angka 5000 Kelvin, itu kira-kira sekitar 4.700 derajat celcius!

Dari gelombang kejut itu juga lah akan dihasilkan tembakan air berkekuatan tinggi yang dapat merobohkan mangsanya.


Suara

Selain suhu dan kekuatan, tembakan dari pistol crab ini juga amatlah keras. Rata-rata mencapai 240 desibel. Anda pernah mendengar gemuruh suara jet pesawat? Itu baru 150 desibel, bayangkan seberapa keras 240 desibel. Didukung oleh sifat air sebagai penghantar suara yang baik, suara ledakan dari capit pistol crab ini dapat didengar hingga berkilo-kilometer jauhnya.

Regenerasi Pistol

Capit kanan sebagai pistol, capit kiri capit biasa untuk memegang. Nah, bagaimana bila ada ikan yang cukup  tangkas hingga akhirnya mampu melukai dan memutus senjata utama pistol crab ini? Dengan keajaiban hormon capit kirinya akan berubah bentuk menjadi capit pistol dan capit kanannya akan tumbuh kembali menjadi capit biasa. Hanya perlu sedikit latihan untuk bisa menembak dengan tangan kiri. Wow !!

Sumber:

http://anomalibio.blogspot.com/2011/02/awas-pistol-crab.html

Iklan

Eksperimen Selang berukuran 0,5 inci – 3 inci

Eksperimen kali ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak air yang bisa dibawa dengan selang sepanjang 20 meter dengan diameter 0,5 inci ; 0,75 inci, 1 inci, 2 inci, hingga 3 inci.

Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:

1.)     Selang berukuran 0,5 inci 20 meter

2.)     Selang berukuran 0,75 inci 20 meter

3.)    Selang berukuran 1 inci 20 meter

4.)    Selang berukuran 2 inci 20 meter

5.)    Selang berukuran 3 inci 20 meter

6.)    Gelas ukur

7.)    Air

Cara kerjanya :

Masukkan air ke dalam selang yang memiliki masing-masing ukuran tersebut. Setelah itu diukur volume air di dalam selang dengan menggunakan gelas ukur.

Maka di dapat hasil seperti tabel berikut:

Ukuran diameter selang

(inci)

Banyak air

(cc)

0,5 150
0,75 800
1 4000
2 5000
3 10.500

 

Dari hasil data tersebut, mendapat kesimpulan bahwa semakin besar diameter selangnya maka semakin besar volum air yang bisa dibawa didalam selang.

Eksperimen Bejana Berlubang

Pada eksperimen kali ini, kita akan membahas tentang bejana berlubang. Dengan alat dan bahan seperti berikut:

Alat:

–          Botol bekas

–          Cutter / gunting

–          Penggaris

Bahan:

–          Air

Cara kerjanya sebagai berikut:

–          Pertama, belah botol bekas tersebut dengan menggunakan cutter hingga permukaan botol rata.

–          Kedua, hitung tinggi botol tersebut dari permukaan sampai bawah botol.

–          Ketiga, lubangi botol tersebut sebanyak lima buah dengan menggunakan gunting. Lalu hitung diameter masing-masing lubang tersebut. Hitung juga jarak masing-masing lubang dari permukaan botol yang akan diisi air, itu akan menjadi nilai untuk “depth” (kedalaman). Jarak dari lubang yang pertama sampai ke bawah botol juga dihitung, dan pada lubang yang lainnya. Itu akan menjadi nilai untuk “h”

–          Keempat, setelah botol sudah di lubangi. Tutup lubang-lubang tersebut dengan menggunakan lakban hitam supaya air tidak keluar saat dimasukkan.

Yang akan kita amati adalah gerak pancuran air dan berapa lama air tersebut memancur

(1)    Satu-satu

(2)    Kombinasi

Lubang ke: (1,2) ; (1,3) ; (1,4) ; (1,5) ; (2,3) ; (2,4) ; (2,5) ; (3,4) ; (3,5) ; (4,5)

(3)    2 lubang

3 lubang

4 lubang

5 lubang

>> Semakin bawah, semakin tinggi tekanannya.

Rumus-rumus yang digunakan:


Keterangan:

Depth = kedalaman (cm)

ρ = massa jenis air (gr/cm3)

V = volume (cm3)

h = ketinggian (cm)

Q = debit air (cm3/s)

t = waktu (s)

g = gravitasi (cm/s2)

A = luas penampang (cm2)

P = tekanan air

 

Diketahui:

Tinggi botol = 18 cm

Diameter botol = 8 cm

ρ air = 1 gr/cm3

g = 982 cm/s2

Diameter masing-masing lubang:

(1)    0,8 cm

(2)    1,1 cm

(3)    0,7 cm

(4)    0,7 cm

(5)    0,5 cm

Foto-foto eksperiment:

Seret “mouse” pada gambar

(1) Satu-satu





(2) Kombinasi

(3) 2 lubang, 3 lubang, 4 lubang, 5 lubang

Dengan menggunakan rumus-rumus dari gambar di atas, maka didapat hasil seperti berikut

Tabel hasil pengamatan:

Lubang

ke

Depth

(cm)

h

(cm)

A

(cm2)

V

(cm3)

T

(s)

Q

(cm3/s)

V1

(cm/s)

V2

(cm/s)

P1

P2
1 3,6 15 0,50 1,81 21 0,086 0,17 171,6 0,014 14723,28
2 7,2 11 0,95 6,84 24 0,285 0,3 146,9 0,045 10789,805
3 10,8 8,5 0,38 4,16 33,3 0,125 0,33 129,2 0,054 8346,32
4 14,4 5,5 0,38 5,54 38,4 0,144 0,38 103,9 0,072 5397,605
5 18 3,5 0,20 3,53 39 0,090 0,45 82,9 0,101 3436,205