Eksperimen Bejana Berlubang

Pada eksperimen kali ini, kita akan membahas tentang bejana berlubang. Dengan alat dan bahan seperti berikut:

Alat:

–          Botol bekas

–          Cutter / gunting

–          Penggaris

Bahan:

–          Air

Cara kerjanya sebagai berikut:

–          Pertama, belah botol bekas tersebut dengan menggunakan cutter hingga permukaan botol rata.

–          Kedua, hitung tinggi botol tersebut dari permukaan sampai bawah botol.

–          Ketiga, lubangi botol tersebut sebanyak lima buah dengan menggunakan gunting. Lalu hitung diameter masing-masing lubang tersebut. Hitung juga jarak masing-masing lubang dari permukaan botol yang akan diisi air, itu akan menjadi nilai untuk “depth” (kedalaman). Jarak dari lubang yang pertama sampai ke bawah botol juga dihitung, dan pada lubang yang lainnya. Itu akan menjadi nilai untuk “h”

–          Keempat, setelah botol sudah di lubangi. Tutup lubang-lubang tersebut dengan menggunakan lakban hitam supaya air tidak keluar saat dimasukkan.

Yang akan kita amati adalah gerak pancuran air dan berapa lama air tersebut memancur

(1)    Satu-satu

(2)    Kombinasi

Lubang ke: (1,2) ; (1,3) ; (1,4) ; (1,5) ; (2,3) ; (2,4) ; (2,5) ; (3,4) ; (3,5) ; (4,5)

(3)    2 lubang

3 lubang

4 lubang

5 lubang

>> Semakin bawah, semakin tinggi tekanannya.

Rumus-rumus yang digunakan:


Keterangan:

Depth = kedalaman (cm)

ρ = massa jenis air (gr/cm3)

V = volume (cm3)

h = ketinggian (cm)

Q = debit air (cm3/s)

t = waktu (s)

g = gravitasi (cm/s2)

A = luas penampang (cm2)

P = tekanan air

 

Diketahui:

Tinggi botol = 18 cm

Diameter botol = 8 cm

ρ air = 1 gr/cm3

g = 982 cm/s2

Diameter masing-masing lubang:

(1)    0,8 cm

(2)    1,1 cm

(3)    0,7 cm

(4)    0,7 cm

(5)    0,5 cm

Foto-foto eksperiment:

Seret “mouse” pada gambar

(1) Satu-satu





(2) Kombinasi

(3) 2 lubang, 3 lubang, 4 lubang, 5 lubang

Dengan menggunakan rumus-rumus dari gambar di atas, maka didapat hasil seperti berikut

Tabel hasil pengamatan:

Lubang

ke

Depth

(cm)

h

(cm)

A

(cm2)

V

(cm3)

T

(s)

Q

(cm3/s)

V1

(cm/s)

V2

(cm/s)

P1

P2
1 3,6 15 0,50 1,81 21 0,086 0,17 171,6 0,014 14723,28
2 7,2 11 0,95 6,84 24 0,285 0,3 146,9 0,045 10789,805
3 10,8 8,5 0,38 4,16 33,3 0,125 0,33 129,2 0,054 8346,32
4 14,4 5,5 0,38 5,54 38,4 0,144 0,38 103,9 0,072 5397,605
5 18 3,5 0,20 3,53 39 0,090 0,45 82,9 0,101 3436,205

3 thoughts on “Eksperimen Bejana Berlubang

Komentar ditutup.