Semakin miskin semakin banyak anak …

Data statistik menunjukkan bahwa semakin miskin dan semakin rendah pendidikannya justru semakin banyak anaknya.
Penyuluhan dan penerangan terus dilakukan oleh pemerintah maupun pihak2 yang peduli, tapi ya itulah, memang semakin miskin semakin rendah pendidikan semakin sulit untuk diajak untuk merencanakan sesuatu dengan berbagai alasan.

Ada pepatah mengatakan bahwa setiap anak membawa rezeki memang betul, tapi kan rezeki harus diupayakan. Kenyataannya, ketika ortunya miskin, anaknya banyak, bagaimana akan cukup makan, perhatian, pendidikan, jadilah anak kurang gizi, jadi anak jalanan, preman dan masalah sosial lainnya. Keluarga miskin dengan anak2 yang banyak akan menjadi beban bagi keluarga itu sendiri, bagi lingkungan dan bagi bangsa.

Perhatikan saja, mereka yang lahir cacat, dibunuh, dibuang, gizi buruk, penyandang masalah sosial bisa dipastikan adalah anak-anak yang dilahirkan dari keluarga miskin yang memiliki lebih dari 6 anak. Bisa dibayangkan, kalau semua ini tidak diatasi akan lahir begitu banyak generasi muda yang lemah, dengan kondisi sosial ekonomi yang kurang dari keluarga-keluarga yang menyandang masalah sosial.

Sementara yang kaya dan berpendidikan, tau apa yang harus diperbuat, memiliki sedikit anak, tercukupi gizi, perhatian, pendidikan dan terjamin kehidupannya. Jadilah anak yang sehat, tangguh dan berguna bagi sesama dan bangsanya