Kenapa orang Indonesia jarang mendapat hadiah nobel ?

Sejarah Nobel

Penghargaan Perdamaian Nobel adalah satu dari lima Penghargaan Nobel yang diadakan atas permintaan oleh penemu dan industrialis Swedia Alfred Nobel. Penghargaan ini diberikan pada orang yang paling giat melaksanakan hubungan yang bersifat internasional, pendiri pergerakan perdamaian atau berusaha mengurangi atau melenyapkan peperangan.

Alfred Nobel membuat keputusan bahwa Penghargaan Perdamaian diberikan oleh Norwegia dan bukan Swedia untuk mencegah manipulasi proses pemilihan oleh kekuatan asing.
Tidak seperti Penghargaan Nobel lainnya, Penghargaan Perdamaian Nobel dapat diberikan kepada orang atau organisasi yang masih dalam proses penyelesaian masalah, dan bukan penyelesaian masalah. Dengan begitu, Penghargaan Perdamaian Nobel berbeda dengan seluruh penghargaan Nobel lainnya. Karena hadiah ini dapat diberikan kepada seseorang yang terlibat dalam proses perdamaian yang masih berlangsung, beberapa dari penghargaan tersebut sekarang ini tampaknya ada yang dipertanyakan, terutama ketika proses ini gagal untuk memberikan hasil.

Contohnya penghargaan ini diberikan kepada Theodore Roosevelt, Le Duc Tho, dan Henry Kissinger yang lumayan kontroversial dan dikritik; yang terakhir mengakibatkan dua anggota komite yang tidak setuju mengundurkan diri.
Pada tahun 2007 Nobel Perdamaian diberikan kepada Al Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat yang memperingatkan dunia atas ancaman pemanasan global, dan IPCC. Banyak kalangan yang menduga hal tersebut dilakukan untuk menghapus streotipe buruk yang selama ini menempel pada lembaga Nobel.

Nobel Perdamaian beberapa kali menimbulkan polemik karena diberikan kepada beberapa orang yang di kemudian hari sama sekali tidak menciptakan kedamaian.
Pengumumannya tidak dilakukan pada tanggal tertentu, tetapi umumnya dilaksanakan pada hari Jumat pertengahan Oktober. Pengumumannya dilangsungkan di gedung Institut Nobel dan telah menjadi peristiwa besar. Penghargaannya sendiri diberikan setiap tahunnya setiap tanggal 10 Desember, tanggal dimana Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896. Dari 1905 sampai 1946, upacara penganugerahannya diadakan di Institut Nobel, kemudian dari 1947 diselenggarakan di aula Universitas Oslo, lalu pada 1990 dipindahkan ke balai kota Oslo.

 

Apa yang dilakukan para pemenang nobel

Rupa-rupanya tidak semua penerima hadiah Nobel berasal dari keluarga mampu. Bahkan sebagian besar justru dari kalangan yang tidak mampu. Namun dari penuturan otobiografi para penerima hadiah Nobel pada link tersebut, terlihat adanya benang merah ciri-ciri kesamaan yang sangat menonjol. Para penerima hadiah nobel umumnya adalah para pembaca-pembaca buku yang sangat ganas (“voracius readers”), terutama disaat mereka masih berumur sangat muda. Ada yang menuturkan bahwa ia selalu membaca buku di kelas, walaupun sedang mendengarkan pelajaran dari guru. Ada yang bercerita bahwa mereka selalu membawa 2 sampai 3 buku kemana-mana, untuk dibaca dimana saja. Ada yang menuturkan bahwa di umur-umur muda, bahwa ia membaca hampir semua buku dari berbagai cabang ilmu dan bahkan menyempatkan untuk membaca puisi dan buku-buku filosofi.

Fondasi ilmu yang sangat luas dan dalam, akibat dari keinginan membaca banyak sekali buku-buku di masa muda mereka, digabung dengan keinginan untuk terus menerus berfikir tanpa batas di masa tuanya, nampaknya merupakan resep ”benang merah” untuk menjadi penerima hadiah Nobel.

Salah satu yang harus dilakukan agar menjadi pemenang nobel adalah mereka harus sangat ”lapar pengetahuan” dan mempunyai keinginan kuat untuk membaca dan mempelajari berbagai ilmu, disaat mereka masih muda. Itulah sebabnya mengapa orang Indonesia jarang mendapat hadiah nobel.