Iceberg (Gunung es yang bisa terapung)

Air merupakan salah satu zat yang sedikit lebih padat sebagai cairan. Hal inilah yang menyebabkan bongkahan es bisa mengambang di air.

Sedikit lebih menarik, kebanyakan es sebenarnya berisi air. Jauh dari kata ‘padat’, seperti yang banyak orang kira. Bongkahan es sendiri tersusun dari miliaran blok es kecil yang terperangkap dalam gelembung udara yang membuat bongkahan besar es tampak putih.

Bongkahan es terbuat dari air tawar. Sebab garam larut di lautan, air menjadi lebih padat dibanding air tawar dan menambah daya mengapung pada bongkahan es itu.

Air mempunyai beberapa sifat yang luar biasa. Air adalah satu-satunya zat alami yang dapat ditemukan dalam tiga keadaan (padat, cair dan gas) dalam jarak suhu natural bumi. Bentuk padatnya kurang rapat daripada bentuk cairnya, itulah mengapa es dapat mengapung. Air juga dapat menyerap panas dalam jumlah banyak, mempunyai tegangan permukaan yang tinggi dan tidak dapat dimampatkan.

Air menjadi lebih padat hanya sampai titik tertentu. Ketika air didinginkan sampai 3,98 (atau 4) derajat celcius, perilaku air mulai melawan arus – menjadi tidak begitu padat ketika terus didinginkan. Itu karena sebagian jembatan terbentuk. Akhirnya pada temperature 0 derajat celcius, semua jembatan selesai di pasang pada tempat masing-masing, air membeku menjadi es, dan kerapatannya tiba-tiba jatuh ke harga yang paling rendah. Itu sebabanya es mengapung di air pada suhu berapa pun.