Terjun Payung

 

Terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah pesawat terbang menggunakan parasut yang dapat dibentangkan.

Sejarah awal terjun payung tidak jelas. Diketahui Andre-Jacques Garnerin membuat lompatan parasut dari balon udara panas di tahun 1797. Pertandingan awal dapat dilacak pada tahun 1930-an, dan menjadi olahraga internasional pada tahun 1951.

Sekarang terjun payung dilakukan sebagai aktivitas rekreasional dan olahraga kompetitif.

 

Terdapat sejumlah jenis olahraga terjun payung

 

Olahraga terjun payung memacu adrenalin dan membutuhkan nyali besar karena olahraga ini cukup menantang maut. Olahraga ini memang tontonan yang menarik dan menimbulkan rasa penasaran untuk mencoba. Kalau kita melaksanakan aturan yang ada dengan benar, tentu risiko bahaya pun semakin kecil.

Ada tiga jenis karakter terjun payung

-          ketepatan mendarat

-          kerja sama di udara

-           kerja sama antarkanopi

Masing-masing jenis ini mempunyai karakter tingkat kesulitan dan karakter kepuasan tersendiri. Jika terjun di nomor ketepatan mendarat, tentu kepuasan itu datang apabila kita bisa menginjak “titik zero” di titik biru. Ini bukan hal yang mudah mengingat kita harus memperhitungkan saat di udara. Tapi bila kita berhasil melakukannya, itu adalah lompatan yang sempurna.

Begitu pula dengan kerja sama di udara dan antarkanopi. Mereka harus berkonfigurasi dan merencanakan sesuatu itu dari atas awan sampai nanti di darat.

Melayang-layang di angkasa luas, rasanya seperti berenang dan meinggalkan memori tersendiri. Bercengkerama dengan awan memang memberikan kepuasan lebih. Melihat pemandangan yang terbentang luas dari atas awan begitu memanjakan mata. Melayang seperti burung di antara embusan angin sejuk pegunungan merupakan sensasi tersendiri. Pemandangan daratan begitu memukau bila diliat dari atas. Semua yang ada di daratan hanya titik kecil. Bumi memang tak berujung, dimensi pandangan mata sungguh tak terbatas. Di situlah kita sadar akan kebesaran Tuhan.

Sejarah Terjun Payung
Sudah lama manusia ingin melakukan penerjunan, namun tidak dapat dilaksanakan karena belum ada peralatan memadai. Akhirnya, sekitar tahun 1617, Fausto Veranzio menjadi manusia pertama yang melakukan penerjunan dari sebuah menara di Venesia, Italia, dan mendarat dengan selamat menggunakan alat yang mirip parasut. Sedangkan penerjunan dari suatu benda terbang, baru dilaksanakan untuk pertama kalinya sekitar tahun 1797, yaitu oleh Andre Jacques Garrnerin di Paris, Perancis, dari sebuah balon udara.

Leslie Irvin yang diselamatkan oleh parasut dalam suatu kecelakaan di Inggris, merasa berhutang budi pada perlengkapan itu. Sejak peristiwa yang terjadi pada tahun 1919 itulah akhirnya ia membaktikan seluruh sisa hidupnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan teknologi dan sistem parasut.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Terjun_payung

http://y3hoo.nice-topic.com/t435-terjun-payung